Showing posts with label Tarbiyah. Show all posts
Showing posts with label Tarbiyah. Show all posts

Monday, March 7, 2016

Sains, Gerhana Matahari, Dan Tata Cara Shalat Gerhana

Sahabat Abdima,
Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, tidaklah terjadi gerhana karena kematian seseorang, tidak pula karena kelahiranya, maka jika kalian melihat gerhana, berdo'alah kepada Allah, bertakbir, sholat dan bersedekah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Sains, Gerhana Matahari, Dan Tata Cara Shalat Gerhana

Berdasarkan data astronomis bahwa pada hari Rabu tanggal 9 Maret 2016 bertepatan tanggal 29 Jumadil Ula 1437 H, disebagian wilayah Indonesia akan terjadi Gerhana Matahari Total (GMT) dan disebagian yang lain akan terjadi Gerhana Matahari Sebagian (GMS).

Gerhana Matahari Total (GMT) terjadi pada wilayah Palembang, Tanjung Pandan, Muko-muko, Palangkaraya, Balik Papan, dan Ternate. Sedangkan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) akan terjadi pada wilayah Padang, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado, dan Aceh.

Bagi kita, umat Islam disunahkan untuk menunaikan Shalat Gerhana Matahari (Kusuf) oleh karena itu Kementerian Agama menghimbau umat Islam untuk melaksanakan Shalat Sunnah Gerhana Matahari atau Shalat Kusuf.

Berikut dibawah ini Tata Cara Shalat Gerhana :
  1. Niat di dalam hati (saya niat shalat sunnah gerhana matahari/kusuf dua rakaat karena Allah Ta'ala);
  2. Takbiratul ihram;
  3. Baca do'a iftitah, berta'awudz, lalu baca Al-Fatihah dan surat yang panjang dengan tidak dikeraskan suaranya;
  4. Ruku' sambil memanjangkanya;
  5. Bangkit dari ruku' (i'tidal) sambil mengucapkan Sami'Allahu Liman Hamidah, Rabbana wa lakalhamd';
  6. Setelah i'tidal, membaca surat Al-Fatihah dan surat yang panjang (lebih singkat dari yang pertama);
  7. Ruku' kembali (lebih pendek dari ruku' sebelumnya);
  8. I'tidal;
  9. Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku' lalu duduk diantara dua sujud dan sujud kembali;
  10. Bangkit dari sujud, lalu mengerjakan raka'at kedua sebagaimana raka'aat pertama (bacaan dan gerakanya lebih singkat dari sebelumnya);
  11. Tasyahud;
  12. Salam;
  13. Setelah salam, Imam menyampaikan khutbah kepada para jama'ah yang berisi anjuran berdzikir, berdo'a, beristigfar, sedekah, dan hal baik lainya.
Demikian mengenai Sains, Gerhana Matahari, Dan Tata Cara Shalat Gerhana, informasi ini bersumber dari Pusat Informasi dan Humas Kemenag RI, semoga ada manfaatnya._Abdi Madrasah

Sunday, July 19, 2015

Abdi Madrasah Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Selamat hari Raya Idul Fitri

Sahabat Abdima,
Setelah beberapa tahun terakhir ini teradi perbedaan pelaksanaan hari raya idul fitri dikarenakan perbedaan metode penentuanya, Alhamdulillah perayaan hari kemenangan tahun ini di Indonesia bisa dilaksanakan bersama-sama. Perayaan rutin setiap tahun ini menjadi momen sangat penting bagi umat islam setelah berpuasa selama sebulan pada bulan Ramadhan. Seluruh umat Islam merayakannya dengan suka dan cita, tak berbeda yang rajin puasa maupun yang hanya alakadarnya.

Dalam literatur-literatur Islam klasik, Idul Fitri disebut sebagai Idul Ashgar (hari raya yang kecil) sementara Idul Adhha adalah Idul Akbar (hari raya yang besar), umat Islam di Indonesia selalu terlihat lebih semarak merayakan Idul Fitri dibandingkan hari-hari besar lainnya, bahkan hari raya Idul Adha sekalipun. Momen Idul Fitri dirayakan dengan aneka ragam acara, dimulai dengan shalat Id berjamaah di Masjid bahkan di lapangan terbuka hingga halal bi halal antar keluarga yang kadang memanjang hingga akhir bulan Syawal.

Oleh karena kesibukan pribadi pada hari pertama dan kedua idul fitri 1436 Hijriyah, dihari ketiga ini (Minggu 19 Juli 2015) kami selaku admin Web/Blog Abdi Madrasah (www.abdimadrasah.com) mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1426 H Taqobbalallahu Minna Wa Minkum Minal 'Aidin Walfaizin Kullu 'Am Wa Antum Bikhoir
Tak lupa dalam kebersamaan kita selama ini, dalam kami memberikan informasi, dalam kami menjawab dan atau membalas komentar :
  • Jika ada tutur kata yang kurang berkenan dihati
  • Jika ada informasi yang kurang memuaskan diri
  • Jika ada inbox yang tidak mampu kami jawab karena diluar kemampuan kami
  • Jika ada segudang kesalahan lainya selain diatas tadi
Maka dihari nan fitri ini kami selaku admin Web/Blog Abdi Madrasah (www.abdimadrasah.com) sebagai pribadi biasa, guru madrasah yang tak luput dari salah dan lupa, dengan penuh kerendahan hati seraya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap sahabat Abdima semuanya dimanapun anda berada.

Semoga dengan berkah idul fitri ini kita semua mampu kembali pada naluri kemanusian yang murni, kembali pada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari seluruh praktik busuk yang bertentangan dengan jiwa manusia yang masih suci. Kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak islami sehingga kita dapat meraih makna idul fitri Aamiin._Abdi Madrasah

Wednesday, July 15, 2015

Mari Jadikan Lebaran Sebagai Hari Kemenangan Bukan Hari Penuh Beban

Sahabat Abdima,
Lebaran sebentar lagi bahkan bisa dibilang tinggal menghitung jam karena diperkirakan akan jatuh besok pagi (Jum'at 17 Juli 2015). Meski demikian kita tetap harus menunggu pengumuman pemerintah terkait penetapan 1 syawal 1436 Hijriyah yang menurut rencananya akan diumumkan petang nanti (Kamis, 16 Juli 2016).

Berbagai kesibukan dan persiapan telah terlihat dan dapat kita rasakan sejak beberapa hari ini, para perantau pulang kampung atau mudik agar dapat berlebaran dengan keluarga tercinta di kampung halaman. Pemerintah dan aparat kepolisian sibuk mempersiapkan infrastruktur dan pengamanan selama masa lebaran. Lebaran, adalah hari raya agama Islam yang paling besar dan disambut dengan suka cita oleh seluruh umat Islam. Tak jarang, perhatian, energi, dan biaya terkuras untuk menyambut lebaran.

Hari kemenangan

Di Indonesia, lebaran bukan hanya dimaknai sebagai aktivitas ritual semata, tetapi sebagai aktivitas sosial. antara lain, sebagai sarana silaturahmi dan sarana saling berbagi kebahagiaan dimana biasanya para pemudik memberikan “THR” kepada keluarganya. Dari sisi ekonomi, lebaran juga merupakan sebuah perputaran uang yang luar biasa besar. Para pemudik membawa uang yang telah ditabung selama setahun ke kampung halaman. Para pedagang dan pengelola transportasi mengalami peningkatan omzet sampai beberapa kali lipat. Pemerintah dan masyarakat pun mendapatkan pemasukan dari sektor pariwisata dan jasa.

Dalam merayakan idul fitri, syariat Islam tidak mengajarkan bahwa idul fitri harus identik dengan segala sesuatu yang baru, makanan dan minuman yang kadang-kadang bisa dibilang berlebihan. Berkaitan dengan pakaian pada saat idul fitri, Rasulullah hanya memerintah untuk menggunakan pakaian terbaik yang dimiliki. Terbaik bukan berarti harus baru. Hal inilah yang kadang-kadang disalah artikan oleh sebagian besar umat Islam. Demi memenuhi kebutuhan lebaran, kita rela menguras habis tabungan kita, rela menggadaikan barang, pinjam sana-sini, atau bahkan melakukan tindakan kriminal demi mendapatkan uang untuk kebutuhan lebaran.

Memanglah tidak salah jika kita membeli pakaian dan makanan untuk persiapan lebaran dan membagikannya kepada yang lain, jika kita mampu. Tetapi yang menjadi masalah adalah ketika kita memaksakan diri dengan dalih apapun dalam memenuhi berbagai kebutuhan lebaran tersebut karena hal tersebut telah keluar dari makna idul fitri.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dengan puasanya.” Dalam hadist lain, beliau juga bersabda: “Banyak orang yang berpuasa, tapi dia tidak mendapatkan apa-apa selain haus dan lapar” dan selama kita berpuasa kita tidak boleh meladeni orang yang mengajak bertengkar atau berkelahi dengan mengatakan “saya sedang berpuasa”. Itulah hakikat dari puasa, yaitu pengendalian hawa nafsu dan orang-orang yang menahan hawa nafsu-lah yang layak merayakan idul fitri sebagai hari kemenangan.

Mari kita jadikan lebaran sebagai hari kemenangan dan kita isi dengan kesederhaan dan yang tak kalah penting adalah dengan peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan, jangan jadikan lebaran sebagai beban karena makna lebaran bukanlah pakaian baru atau makanan yang lezat, tetapi kita kembali kepada fitrah dan menjadi seseorang yang “baru” setelah menempa diri selama bulan Ramadhan.

Wednesday, April 29, 2015

Inilah Kiat Mendidik Anak Yang Baik dan Cerdas

Mendidik Anak Yang Baik Dan cerdas

Sahabat Abdima,
Anak merupakan aset di masa depan. Anaklah yang akan meneruskan keturunan dari keluarga kita. Jika kita tidak memperhatikan cara mendidik anak kita, suatu saat anak kita bukannya menjadi aset yang mengharumkan nama orang tuanya malah menjadi aib bagi keluarga.

Berikut beberapa kiat dalam mendidik anak yang baik dan cerdas :

1. Berikan Teladan
Anak-anak adalah pembelajar yang baik karena pada saat itu mereka sangat penuh dengan rasa ingin tahu. Mereka terlahir kedunia ini ibarat kertas yang putih dan bersih, tinggal orang tua dan lingkungannya yang akan menentukan apakah kelak dia akan mengisi kertas yang putih itu dengan gambar yang baik atau justru sebaliknya. Anak-anak belajar dengan cara melihat dan mendengar. Maka sebagai orang tua kita harus bisa meneladankan perilaku dan perkataan yang baik dan benar di hadapan anak-anak kita.

2. Berikan Pengertian
Cara mendidik anak berikutnya yaitu mulai dari kecil orang tua harus memberikan pengertian - pengertian yang baik tentang kehidupan. Pengertian ini bisa dikatakan adalah teori- teori kehidupan yang baik yang akan berguna untuk kesuksesan anak di masa depan. Contoh pengertian tentang kejujuran, tentang kedisiplinan, tentang integritas, tentang menolong sesama, peduli lingkungan, bekerja keras dan lain-lain.

Dengan pengertian-pengertian hidup yang baik maka anak kita akan lebih cepat dewasa. Dewasa yaitu bisa menentukan mana yang baik dan mana yang tidak. Untuk memberikan pengertian ini berarti orang tua harus menambah ilmu-ilmu tentang pengertian hidup yang baik, itu tandanya sebagai orang tua pun tidak ada kata untuk berhenti belajar.

3. Berikan Penderitaan Artificial
Fakta membuktikan bahwa banyak sekali orang yang sekarang sukses dahulunya adalah seorang anak yang lahir dari keluarga tidak mampu atau keluarga biasa-biasa saja. Hal ini ternyata anak-anak yang lahir dari keluarga tidak mampu mereka dipaksa untuk bekerja keras dan merasakan penderitaan dibandingkan dengan anak orang kaya.

Penderitaan yang dialami waktu kecil itu akan membangkitkan mental anak-anak yang berguna untuk masa depan mereka.Penderitaan artificial bukan berarti anak disiksa untuk menderita, tapi anak dikondisikan serba terbatas dan ada syarat untuk menginginkan sesuatu.

4. Dorong anak untuk berani mencoba sesuatu
Seorang anak adalah pembelajar yang hebat, dan mereka dilahirkan dengan tidak ada rasa takut. Rasa takut itu mulai muncul ketika lingkungan mulai memasukkan virus-virus ketakutan dengan kata-kata, “Jangan, Tidak boleh, Awas”. Sebagai orang tua harus memperhatikan keberanian anak, jika anak kita mulai menjadi orang yang tidak berani, pemalu, tidak percaya diri, maka kita harus mendorong dan memotivasi mereka untuk berani dan percaya diri.

Demikian artikel sederhana mengenai Kiat Mendidik Anak Yang Baik dan Cerdas yang kami baca dari Majalah Sejahtera, semoga ada manfaatnya._Abdima